Para pemain baru dan muda dalam skuad Chelsea memang lagi mencuri perhatian publik pada musim ini. Namun, yang juga perlu diperhatikan adalah performa Kurt Zouma di jantung pertahanan The Blues.

Zouma sempat kesulitan beberapa musim terakhir, bahkan sempat dipinjamkan ke beberapa klub. Dia akhirnya kembali di era kepelatihan Frank Lampard, dan musim itu pun tidak berjalan terlalu baik.

Biar begitu, Zouma menjelma jadi pemain krusial Chelsea musim ini. Dia membangun kombinasi apik dengan bek anyar Chelsea, Thiago Silva.

Baru 26 tahun, Zouma punya satu kemampuan istimewa yang membantu menyelesaikan masalah Chelsea.

Si jago sundul

Musim lalu Chelsea bermasalah di lini belakang. Kepa Arrisabalaga rapuh, para bek pun terlalu mudah membuat kesalahan bertahan -- khususnya pada situasi bola mati.

Kini masalah itu perlahan-lahan terselesaikan, dan Zouma jadi alasan utamanya. Statistik mencatat Zouma merupakan bek tengah dengan sundulan terbaik di lini pertahanan, yakni dalam membuang bola.

Mengutip Football London, riset CIES Football Observatory menunjukkan bahwa Zouma memuncaki daftar persentase duel udara sukses di wilayah defensif sejak awal musim ini.

Dia memenangi 25 duel udara dari 27 percobaan, alias mencatatkan rasio sukses 96,3 persen -- yang mengungguli nama-nama lain seperti Harry Maguire dan Raphael Varane.

Juga bikin gol

Yang lebih impresif, Zouma tak hanya jago menyundul membuang bola, dia pun mahir menyundul untuk mencetak gol. Tercatat, sejauh ini Zouma sudah mencetak tiga gol di Premier League.

Kebangkitan Zouma musim ini di luar dugaan. Chelsea memang diprediksi bakal jadi pengganggu kandidat juara, tapi tidak ada yang mengira Zouma bisa bermain sebaik sekarang.

"Saya sangat terkesan dengan Kurt, dengan performanya, dan dengan apa yang dia berikan pada kami," kata Frank Lampard.

"Dia mencetak gol dari situasi bola mati dan bertahan pada situasi bola mati dengan baik, yang merupakan bagian penting dari permainan kami dan satu hal yang kami kembangkan dari musim lalu."